RAIH IMPIAN MASA DEPAN

Rencanakan Karir Sejak Sekarang

Menjadi hebat adalah dambaan setiap orang, impian setiap orang. Namun, tahukah kita bahwa banyak dari kita yang menginginkan menjadi hebat namun sebenarnya kita belum bertindak hebat, banyak diantara kita berhadap menjadi pemenang namun mental kita belum layak disebut sebagai pemenang. Padahal, untuk meraih impian masa depan diperlukan upaya yang cukup, tindakan yang cukup untuk memantaskan diri menuju pencapaian.

Impian-impian yang telah dibuat dan ditetapkan, seharusnya dicapai dan menjadi prioritas pencapaian dalam hidup. Semua diawali dari mimpi (dream) kemudian menetapkan langkah tindakan (plan), setelah semua rencana sudah matang maka tinggal action-nya. Nah, berkarir di perusahaan inilah yang menjadi salah satu peta jalan menuju pencapaian dream tersebut. Tidak ada keberhasilan yang dicapai tanpa kerja keras, tidak ada sukses yang dicapai tanapa kesungguhan, dan tidak ada pencapaian hasil yang dicapai tanpa tindakan yang nyata.

Tuntutan tinggi dari perusahaan harus menjadi motivasi dan dorongan bagi karyawan untuk terus meningkatkan kualitas dan kapabilitas personalnya agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Semua itu akan terwujud manakala karyawan yang bersangkutan melaksanakan semua aktivitasnya dengan hati yang lapang, bekerja dengan ihlas, dan memiliki prinsip: poeple oriented, target oriented, dan customer oriented. Apabila 3 prinsip ini dipegang dan menjadi bekal kerja sehari-hari maka tidak ada yang sulit untuk mewujudkan dan mencapai keberhasilan dalam hidup. Peluang karir akan terbuka di depan mata, prospek bisnis akan terbuka lebar di depan kita, jaringan (networking) akan terbentang luas di depan kita.

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh seorang karyawan yang tiba-tiba di PHK, dia hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan pahit yang menimpanya.bagi karyawan yang berpikir panjang dan visioner, kondisi di PHK sebenarnya merupakan sebuah akibat atau dampak atas sebab-sebab yang dia ciptakan; misalnya: kerja tidak produktif, kerja tidak mencapai target, kerja tidak sepenuh hati, sikap kurang baik, dll sehingga penilaian atasan terhadap karyawan yang bersangkutan menjadi negatif yang pada akhirnya saat ada kebijakan perampingan karyawan maka karyawan tersebutlah yang menjadi salah satu target perampingan. Lantas, bagaimana mengantisipasinya? Tentu dengan senantiasa bekerja baik sejak awal bekerja, mematuhi segala aturan yang berlaku di perusahaan, dengan mengedepankan 3 prinsip tadi. Dan, tipe karyawan seperti inilah yang dicari oleh perusahaan.

Mari raih impian masa depan dengan merencanakan secara matang. Perbanyak membaca, perbanyak belajar, perbanyak pengalaman supaya kita mampu menembus kesulitan dan tantangan yang barangkali kita hadapi. Jangan puas hanya dengan pendidikan setingkat SLTA, jangan puas hanya berbekal ijasah SLTA. Putuskan dengan berani untuk segera melangkah kuliah di perguruan tinggi supaya pribadi kita tertempa dengan matang. Dengan bekal pendidikan minimal D3 atau S1 maka dapat dimungkinkan kita akan lebih percaya diri menghadapi turbulensi persaingan yang ada.

Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom (ST3 Telkom) Purwokerto dengan desain program yang matang menyiapkan lulusannya meraih impian masa depan. Melalui kegiatan dalam CDC (Career Development Center) mahasiswa dapat mengasah kemampuan dan pengetahuannya untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja. Karena sejatinya, komitmen ST3 Telkom adalah menciptakan tenaga kerja handal siap kerja di bidang Telamatika (Telekomunikasi dan Informatika) bukan justru menciptakan pengangguran baru.

Come and Join Us! Kunjungi www.st3telkom.ac.id

KULIAH BERGENGSI, PROSPEK KERJA PASTI

AYO RENCANAKAN KARIR SEJAK SEKARANG

Makin tingginya tuntutan sejarah secara otomatis mendorong kita untuk juga berubah. Cepat atau lambat, pelan namun pasti kita semua akan menghadapi sebuah proses dimana teknologi seakan lebih lihai dibanding apa yang kita miliki dan kuasai. Tentu, hal ini tidak bisa kita biarkan dengan kita berdiam diri tidak belajar dan tidak meng-upgrade kemampuan kita sehingga kita akan asing di tengah kemajuan.

Generasi muda merupakan ujung tombak perubahan itu sendiri, ujung tombak sejarah, ujung tombak kemajuan. Sehingga, tidak pantas apabila sebagai generasi muda hanya bisa berpangku tangan dan mengandalkan orang lain dalam hidup. Generasi muda harus terampil, generasi muda harus kompeten, generasi muda harus memiliki kepribadian yang baik. Karena sejatinya perubahan yang lebih besar itu dimulai dari perubahan diri pribadi kita. Kitalah perubahan itu, kitalah Indonesia.

Salah satu keputusan yang tepat dan bijak setelah lulus SLTA adalah melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bagaimanapun, kehidupan dan dinamika di perguruan tinggi akan meningkatkan kapabilitas dan kemampuan seseorang untuk tumbuh dan mematangkan diri baik hardskill maupun softskill-nya.

Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom (ST3 Telkom) Purwokerto membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan diri menjadi generasi Telekomunikasi dan Informatika (Telematika) yang dapat diperhitungkan dunia kerja. Dengan program studi S1 Teknik Telekomunikasi, S1 Teknik Informatika, dan D3 Teknik Telekomunikasi ST3 Telkom Purwokerto hadir untuk memberi jawaban atas tuntutan sejarah melalui tagline: Kuliah Bergengsi, Prospek Kerja Pasti. Mengapa? Karena proses perkuliahan yang dilaksanakan lebih menitikberatkan pada pemenuhan kompetensi dengan dinamika kehidupan kampus yang baik dan sehat, serta prospek lulusan yang rata-rata 80% sudah bekerja sebelum wisuda.

Pasti siapapun akan bangga manakala bisa memiliki kesempatan kuliah bergengsi di perguruan tinggi milik Telkom Group. Mereka telah membuktikan bahwa menjadi bagian dari ST3 Telkom Purwokerto merupakan status yang membanggakan. Dengan rasio dosen dan mahasiswa yang ideal, mahasiswa yang berasal dari hampir seluruh wilayah Indonesia, penerapan manajemen mutu ISO 9001:2008, serta pengelolaan langsung oleh Telkom Group, ST3 Telkom Purwokerto terus tumbuh dan berkembang menjadi perguruan tinggi yang makin diperhitungkan masyarakat. Para lulusan tidak perlu khawatir mengenai karir pasca lulus, karena kuliah di ST3 Telkom Purwokerto prospek kerja pasti. Dimana saja mereka bekerja? Lulusan bekerja di perusahaan Telkom Group maupun di perusahaan lain yang sudah menjalin kerjasama dan kemitraan.

Mari rencanakan karir sejak sekarang. Jangan takut untuk memutuskan, karena keputusan kita hari ini adalah cerminan masa depan kita. Bisa kuliah bergengsi adalah dambaan setiap generasi muda, dan memiliki prospek kerja pasti merupakan impian semua lulusan perguruan tinggi.

Lalu, tunggu apalagi… Come & Join Us!

untuk Fan Page

TANTANGAN ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)

Membangun Kualitas Personal

Memiliki peluang berperan di dunia kerja adalah sebuah kesempatan yang sangat didambakan oleh setiap pencari kerja, terutama anak muda yang baru lulus SLTA: punya pekerjaan, punya jabatan, punya gaji sendiri, punya kawan baru, punya pengalaman. Namun, seringkali hal itu tidak diimbangi dengan kecukupan kecakapan sehingga tidak sedikit yang mengalami ganjalan saat menapaki jenjang menuju dunia kerja seiring dengan turbulensi dinamika dunia kerja yang begitu menantang.

Pada fase dimana lulusan SLTA memasuki dunia usaha/dunia industri, perlu dipersiapkan secara matang supaya nantinya dapat berperan dan berkiprah secara optimal. Tantangan yang akan muncul di dunia kerja tidak dapat dikesampingkan apalagi diremehkan. Banyak pencari kerja yang gagal dalam karirnya, banyak juga yang dapat berhasil dan memenangkan persaingan. Dengan demikian, persiapan yang matang menjadi salah satu penentu kemenangan, preperation is half of the process. Mereka yang terjun dan mendalami secara sungguh-sungguh potensi keberhasilannya sangat tinggi, sementara yang hanya mencicipi atau mencoba tanpa effort yang kuat maka hanya akan menjadi bulan-bulanan persaingan dan korban atas dinamika yang ada di dunia kerja.

Lulus SLTA bukanlah akhir dari proses belajar, justru di saat inilah tantangan yang sebenarnya akan dihadapi: apakah mau kuliah ke jenjang D3/S1, apakah mau kerja, ataukah mau berwirausaha? Ketiga pilihan tersebut semuanya baik dan memiliki tingkat persiapan dan resiko masing-masing yang berbeda. Namun, era ASEAN Economic Community (AEC) membutuhkan kualitas SDM yang mumpuni sehingga -hemat saya- tidak cukup hanya berbekal pendidikan SLTA untuk bersaing, harus ada nilai tambah dalam kompetensi dan pengetahuan. Untuk itu, kuliah menjadi sebuah pilihan yang bijak dan sebuah keniscayaan yang harus diputuskan. Dengan berbekal pendidikan minimal D3 atau S1, kita akan lebih matang dan siap mengjadapi setiap fase persaingan.

Tahun 2015 sebagai fase dimulai persaingan antar negara Asean melalui kesepahaman dalam forum Asean Economic Community (AEC) akan menjadi tantangan yang cukup berat bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dengan sangat baik. Persaingan tidak lagi antar tenaga kerja lokal, pelaku bisnis yang ada tidak lagi pemain lokal namun sudah antar negara di tingkal regional 10 negara Asean. Sehingga, diperlukan bekal kompetensi dan kualitas personal yang baik agar nantinya tidak tersingkir dari arena persaingan.

Kualitas personal harus dibangun sedemikian rupa sehingga secara pribadi benar-benar siap dalam setiap keadaan. Kualitas yang dibangun tersebut meliputi softskill; karena softskill ini yang memegang peranan penting dalam memenangi persaingan dunia kerja. Mereka yang gagal tidak hanya karena kualitas akademisnya kurang, namun biasanya karena faktor kecil yang kurang diperhatikan: capa berpakaian, kesopanan, empati, hormat, dll.

Berikut beberapa kualitas personal yang harus dipersiapkan dengan matang:

  1. Kreativitas (Creativity) faktor ini akan membawa seseorang pada tingkat kesempurnaan dalam melakukan pekerjaan, mampu mencapai target yang diharapkan dengan sangat baik. Cara yang dilakukan unik, kreatif, baru, beda, memiliki daya saing dan dapat diperhitungkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau persoalan.
  2. Terbuka pada perubahan (Open mind), perubahan tidak bisa dihindarkan, perubahan akan terjadi kapan saja dan dimana saja. Mereka yang open mind sajalah yang akan mampu bertahan dan menyesuikan dengan perubahan yang terjadi.
  3. Peduli (Care). Beres atau tidaknya pekerjaan terkadang dipengaruhi oleh kepedulian dari pegawai yang lain. Seorang pegawai yang baik pasti dan harus memiliki tingkat kepedulian yang tinggi.
  4. Kerjasama tim (Teamwork). Tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendirian, yang dapat menuntaskan pekerjaan sendirian dengan sempurna, butuh bantuan orang lain, butuh uluran tangan orang lain. Prinsipnya adalah kolektif-kolegial atau saling melengkapi, saling menguatkan, saling mengisi, saling memberi, saling melengkapi, saling memberi-menerima.
  5. Hormat, santun, loyalitas. Kualitas ini yang jarang dimiliki oleh pencari kerja pemula yang hanya bermodalkan skill dari pendidikan akademisnya. Padahal justru 3 kualitas inilah yang juga akan menjadi faktor penentu terhadap keberhasilan seseorang dalam perjalanan karirnya.
  6. Kemampuan membangun jaringan (Networking), hal ini untuk mendukung proses percepatan karir dan pengembangan bisnis. Bekerja dimanapun dan usaha jenis apapun mutlak membutuhkan jaringan, semakin luas jaringan kemitraan dan koneksi maka semakin baik prospek promosi diri ke depan.
  7. Menerima perbedaan (Accept Diversity). Tidak ada satupun manusia di dunia yang dilahirkan dengan sifat yang sama, karakter yang sama, pola pikir dan cara pandang yang sama. Perbedaan-perbedaan itu akan melembaga dalam sebuah perusahaan. Seorang pegawai dituntut untuk dapat menyesuaikan dan menerima perbedaan itu sebagai bagian dari integrasi kehidupan perusahaan.

Terimakasih. Salam Sukses…